<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pesan saling Berpesan</title>
	<atom:link href="http://pesan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pesan.wordpress.com</link>
	<description>Pesan saling Berpesan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2011 07:02:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pesan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pesan saling Berpesan</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pesan.wordpress.com/osd.xml" title="Pesan saling Berpesan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pesan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8220;Anakmu, Amanat-NYA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/11/26/anakmu-amanat-nya/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/11/26/anakmu-amanat-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi.Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Sumber &#8216;FB&#8217; Pada dasarnya setiap bayi yang lahir ke dunia adalah bibit juara &#60;ingat persaingan sperma untuk mampu membuahi telur kan..??&#62;, meskipun kemudian saat tumbuh kembang, mengalami kondisi pengasuhan yang tidak ideal, atau mengalami kegagalan tumbuh kembang akibat cacat fisik bawaan &#60;autis, down syndrome, tuna-rungu-netra-daksa-wicara&#62;. Kita orang tua harus mengangkat setiap penghalang yang memisahkan anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=149&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Sumber &#8216;FB&#8217;</div>
</div>
<div>
<div>Pada dasarnya setiap bayi yang lahir ke dunia adalah bibit juara &lt;ingat persaingan sperma untuk mampu membuahi telur kan..??&gt;, meskipun kemudian saat tumbuh kembang, mengalami kondisi pengasuhan yang tidak ideal, atau mengalami kegagalan tumbuh kembang akibat cacat fisik bawaan &lt;autis, down syndrome, tuna-rungu-netra-daksa-wicara&gt;. Kita orang tua harus mengangkat setiap penghalang yang memisahkan anak kita dari kesempatan menemukan kekuatan dari kecerdasannya.</div>
<p>Dijelaskan kecerdasan seorang manusia begitu kompleks, sehingga tidak terkait dengan kondisi fisik dan kondisi otak apalagi hasil tes standar. Sebaliknya kecerdasan itu harus berkembang dengan berpijak pada landasan setiap orang punya kemampuan untuk DISCOVERING ABILITY, sehingga saat menemukan RIGHT PLACE orang tersebut akan mampu menebarkan BENEFIT nyata yang berarti pada lingkungannya.</p>
<p>Dari penjelasan di atas perlu rasanya kita mendefinisi ulang tujuan orang tua mendidik anak-anaknya baik di sekolah maupun di rumah, bukan hanya untuk jadi orang pintar yang nilai rapotnya gemilang. Tetapi lebih utama adalah demi menjadikan anak-anak kita manusia yang kreatif dan mampu memecahkan setiap masalah sedini mungkin. Digabung dengan penginstalan Tauhid dan Akhlak dalam agama saat membangun karakter mereka lewat pola asuh di rumah. Maka kita boleh menaruh harapan besar pada gilirannya meraka akan mampu menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi umat dan agamanya.</p>
<p>Tahap perkembangan otak anak 0 – 21 tahun menjadi 3 periode penting yang di kutip dari Hadits Rasulullah saww, sebagai berikut :</p>
<p>- 7 tahun pertama :<br />
Biarkan anak bebas bermain tidak boleh ada hukuman, saat umur ini anak adalah RAJA, yang tidak pernah salah.</p>
<p>- 7 tahun kedua :<br />
Kenalkan anak pada hal baik dan buruk dalam budi pekerti, buat kesepakatan dengan anak. Beri pujian saat mereka berbuat baik dan beri hukuman &lt;bukan hukuman tapi konsekuensi&gt;, saat mereka bertindak buruk atau diluar kesepakatan. Saat umur ini anak adalah PEMBANTU yang harus belajar menaati peraturan dan melaksanakan ketentuan.</p>
<p>- 7 tahun ketiga :<br />
Beri anak kesempatan untuk mencari alternatif dan biarkan mereka memilih yang paling sesuai dengan dirinya. Saat umur ini anak adalah WAZIR / MENTERI yang harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas dan keputusannya.</p>
<p>“Biarkanlah anak-anak kalian BERMAIN dalam 7 tahun pertama, kemudian DIDIK dan BIMBINGLAH mereka dalam 7 tahun kedua sedangkan 7 tahun ketiga jadikanlah mereka bersama kalian dalam MUSYAWARAH dan MENJALANKAN TUGAS”<br />
&lt;Muhammad Rasulullah SAWW&gt;</p>
<p>“Siapa di antara kita selaku ortu yang pernah menghukum anak di 7 tahun petama, dengan kekerasan verbal maupun fisik…??” o&#8230;oww berasa kena tinju telak, termasuk saya.</p>
<p>“Maafkan Mama yaa Nak.. telah mengurangi jatah bahagiamu di 7 tahun pertama, dengan banyak membentak, memakai intonasi suara sampai 5 oktaf saat nyuruh ini dan itu.” Hiks..hiks.. “ Belum lagi pukulan dan cubitan yang sempat mendarat di tubuh mungilmu. Astaghfirullah…”</p>
<p>Apabila 7 tahun pertama lewat dengan cara yang SALAH maka 7 tahun kedua orang tua akan banyak mengalami HAMBATAN dalam BERKOMUNIKASI dengan anaknya, AKIBATNYA 7 tahun ketiga anak akan RENTAN dan TUMBUH jadi PRIBADI yang KEHILANGAN KEPERCAYAAN dan MORAL.</p>
<p>Untuk menjauhkan orang tua dari kesalahan di masa mendatang maka saat anak menjadi RAJA kecil penting bagi orang tua untuk selalu :</p>
<p>1. Membiarkan mereka bebas bertindak, memberi perintah, bermain dan bersenang-senang..&lt;sebenarnya saya sempat ingin bertanya tentang posisi mendidik kemandirian sejak dini karena anak umur 1-5 tahun sudah mulai mampu membantu diri sendiri jika diarahkan dengan benar. Apakah selalu melayani mereka tidak akan membuat mereka jadi manja..??&gt;</p>
<p>2. Memberi perhatian dengan santun penuh kasih sayang dan kelembutan dalam tutur kata.</p>
<p>3. Memberi jawaban-jawaban positif untuk semua pertanyaan mereka.</p>
<p>4. Tidak memberikan disiplin yang keras dan kaku</p>
<p>5. Anak terdidik dengan mengambil contoh dari orang tua, keluarga, guru dan lingkungannya.</p>
<p>6. Orang tua harus memastikan kebutuhan anaknya akan kebebasan senantiasa terpenuhi tanpa harus melupakan keamanan dan keselamatan mereka.</p>
<p>7. Menemani anak dengan kuantitas pertemuan yang memadai.</p>
<p>Untuk anak usia di bawah 7 tahun, sebaiknya jangan bicara kualitas, tanpa kuantitas.</p>
<p>Karena ada 4 spesial moment yang mereka butuhkan setiap hari dari keberadaan orang tuanya. Yaitu :</p>
<p>1. Jadilah orang pertama yang dilihat anak kita saat mereka membuka mata di pagi hari.<br />
2. Penting untuk selalu melepas kepergian mereka ke sekolah<br />
3. Anak juga membutuhkan orang tua ada saat mereka pulang dalam kondisi lelah.<br />
4. Orang tua seharusnya jadi wajah terakhir yang ditatap anaknya sebelum mereka terlelap.</p>
<p>Apakah kita sudah menyambut mereka dengan kata-kata penghiburan yang dapat mengurangi kepenatan tubuh dan pikiran sepulang sekolah. Ataukah kita termasuk orang tua yang hobi mengajukan kalimat standar “Hari ini belajar apa..??” atau bahkan langsung bertanya “Ada PR nggak..??” sebelum mereka sempat duduk dan bersalin pakaian. Sungguh satu ungkapan yang tidak dibutuhkan otak anak kita.</p>
<p>Berikut adalah pendapat pakar tumbuh kembang anak tentang masa Golden Age :</p>
<p>- 99% masalah yang dialami anak Golden Age berasal dari kesalahan orangtua dan gurunya di sekolah formal.</p>
<p>- Rumah dan sekolah seperti penjara yang mengekang kebebasan anak untuk bertindak, beraktivitas dan bermain. &lt;Hitung berapa kali anda ucapkan tidak dan jangan pada anak. Sadarilah bahwa ungkapan ‘tidak’ dan ‘jangan’ tanpa penjelasan yang dapat ditangkap adalah penjara bagi anak.</p>
<p>- Mengharap anak di sekolah dan di rumah turut perintah guru dan orangtua untuk selalu tenang dan diam adalah sebuah kesalahan besar. &lt;Ingat lagu “tangan ke atas..tangan ke samping.. itu adalah sebuah cara pemasungan otak anak..&gt;</p>
<p>Materi ini memang ditekankan untuk memperbaiki pola asuh dan pendidikan anak Golden Age, agar tahapan berikutnya dapat terlewati dengan lebih mulus.<br />
Timbul kemudian pertanyaan dari orang tua seperti saya yang sudah bertindak ‘bodoh’ pada anak di tahap ini.<br />
Meminta maaf pada anak dan selalu mengutamakan sikap, perkataan dan contoh yang positif.<br />
Jangan kemudian justru memanjakan anak di atas 7 tahun.<br />
Tetap lanjut sesuai tahapan berikutnya.</p>
<p>edit copas dr catatan grup &#8216;smart parenting&#8217;</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=149&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/11/26/anakmu-amanat-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat Di Rumahmu  (Bayi kedunia)</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/malaikat-di-rumahmu-bayi-kedunia/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/malaikat-di-rumahmu-bayi-kedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Embun Kalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi.Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Malaikat Di Rumahmu Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : &#8220;Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah&#8221;? Dan Tuhan menjawab, &#8220;Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.&#8221; &#8220;Tapi disini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=144&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong>Malaikat Di Rumahmu</strong></p>
<p>Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : &#8220;Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah&#8221;?<br />
Dan Tuhan menjawab, &#8220;Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.&#8221;<br />
&#8220;Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.&#8221;<br />
&#8220;Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.&#8221;<br />
&#8220;Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?&#8221;<br />
&#8220;Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara.&#8221;</p>
<p align="left">&#8220;Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?&#8221;<br />
&#8220;Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.&#8221;<br />
&#8220;Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?&#8221;<br />
&#8220;Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya.&#8221;<br />
&#8220;Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu.&#8221;<br />
Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan,<br />
&#8220;Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?</p>
<p>trus..kebawah&#8230;</p>
<p>&#8220;Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu.&#8221;<br />
Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya&#8230;.<br />
dan cintailah dia sepanjang masa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=144&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/malaikat-di-rumahmu-bayi-kedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HADIAH CINTA   (sepasang telinga)</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/hadiah-cinta-sepasang-telinga/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/hadiah-cinta-sepasang-telinga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Embun Kalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi.Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[HADIAH CINTA &#62; &#8220;Bisa saya melihat bayi saya?&#8221; pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=140&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong>HADIAH CINTA</strong></p>
<p>&gt; &#8220;Bisa saya melihat bayi saya?&#8221; pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!</p>
<p>Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.</p>
<p>Anak lelaki itu terisak-isak berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.&#8221;<br />
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, &#8220;Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?&#8221; Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.</p>
<p>Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. &#8220;Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,&#8221; kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.</p>
<p>Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, &#8220;Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.&#8221; kata sang ayah.</p>
<p>Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, &#8220;Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.&#8221;</p>
<p>Ayahnya menjawab, &#8220;Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.&#8221; Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, &#8220;Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.&#8221;</p>
<p>Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah&#8230;bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.</p>
<p>&#8220;Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,&#8221; bisik sang ayah. &#8220;Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?&#8221;</p>
<p>Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.</p>
<p>(diadaptasi dari unknown. Terima kasih untuk siapa saja yang telah menulis cerita indah ini &#8211; Editor)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=140&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/hadiah-cinta-sepasang-telinga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH PENCURI KUE dan Seorang Wanita diBandara</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-pencuri-kue-dan-seorang-wanita-dibandara/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-pencuri-kue-dan-seorang-wanita-dibandara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[KISAH PENCURI KUE Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=137&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong>KISAH PENCURI KUE</strong></p>
<p>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.<br />
Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit  berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki! menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun  merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.</p>
<p>Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si &#8220;Pencuri tak tahu terima kasih!&#8221;.<br />
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.</p>
<p>Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang  lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri ya! ng tidak tahu. Kita sering mengomentari, mencemooh pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=137&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-pencuri-kue-dan-seorang-wanita-dibandara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JEMBATAN   (Persaudaraan 2 Bersaudara)</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/jembatan-persaudaraan-2-bersaudara/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/jembatan-persaudaraan-2-bersaudara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[JEMBATAN Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=133&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong><span>JEMBATAN</span></strong><br />
<span><br />
Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.</span></p>
<p align="left"><span>Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri</span> <span>seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu.</span><br />
<span>&#8220;Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,&#8221; kata pria itu dengan ramah.</span><br />
<span>&#8220;Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.&#8221;</span><br />
<span>&#8220;Oh ya!&#8221; jawab sang kakak. &#8220;Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat</span> <span>ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku,</span><br />
<span>&#8230;ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan</span> <span>buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.&#8221;</span></p>
<p align="left"><span>Kata tukang kayu, &#8220;Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.&#8221;</span><span> </span></p>
<p align="left"><span>Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku.</span></p>
<p align="left"><span>Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.</span> <span>Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.</span><br />
<span>Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. &#8220;Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku.&#8221; kata sang adik pada kakaknya.</span><br />
<span>Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.</span></p>
<p><span>&#8220;Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,&#8221; pinta sang kakak. &#8220;Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,&#8221; kata tukang kayu, &#8220;tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.&#8221;</span><br />
<span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><br />
<span>With my very personal regards, A thousand friends are not enough, but one enemy is too much&#8230;..</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=133&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/jembatan-persaudaraan-2-bersaudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah &#8216;Dua Raja&#8217;  &#8211;   SIASAT ALLAH</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-dua-raja-siasat-allah/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-dua-raja-siasat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah & Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan se.Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[SIASAT ALLAH (Meraih Cinta Ilahi &#8211; oleh Jalaluddin Rahmat) Simaklah salah satu hadis qudsi tentang siasat Allah berikut ini : Nabi Muhammad Saw bersabda, &#8220;Dahulu ada dua orang raja mukmin dan raja kafir.Raja yang kafir sakit. Ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya.Waktu itu, jenis ikan tersebut berada di dasar samudera. Para tabib yang putus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=130&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIASAT ALLAH</strong></p>
<p>(Meraih Cinta Ilahi &#8211; oleh Jalaluddin Rahmat)  Simaklah salah satu hadis qudsi tentang siasat Allah berikut ini :</p>
<p>Nabi Muhammad Saw bersabda, &#8220;Dahulu ada dua orang raja mukmin dan raja kafir.Raja yang kafir sakit. Ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya.Waktu itu, jenis ikan tersebut berada di dasar samudera. Para tabib yang putus asa menasihatkan agar raja segera mengangkat penggantinya. &#8216;Obat Baginda ada pada ikan ini. Kita tak mungkin mendapatkannya.&#8217; kata mereka. Allah lalu umengutus salah seorang malaikat untuk menggiring ikan itu keluar dari lubangnya di dasar laut supaya orang mudah menangkapnya. Ikan itupun lalu ditangkap. Raja memakannya dan ia segera sembuh.</p>
<p>&#8220;Kemudian Raja yang mukmin juga jatuh sakit. Ia menderita penyakit yang sama seperti yang diderita Raja kafir. Tetapi ia sakit pada waktu ikan yang menjadi obatnya itu berada pada permukaan laut. &#8220;bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu, &#8221; kata para tabib. Lalu Allah mengutus para malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali ke lubang-lubangnya di dasar laut.</p>
<p>Orang-orang tak mampu menangkapnya.  &#8220;Para malaikat langit dan penduduk bumi keheranan. Mereka kebingungan.Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat langit dan kepada para nabi di zaman itu, &#8216;Inilah Aku. Yang Pemurah, Pemberi Karunia, Mahakuasa. Tidak menyusahkan Aku apa yang Kuberikan. Tidak bermanfaat bagi-Ku apa yang Kutahan. Sedikit pun Aku tidak menzalimi siapa pun. Adapun Raja yang kafir itu, Aku mudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya. Dengan begitu Aku membalas kebaikan yang ia lakukan. Aku balas kebaikan itu sekarang supaya ketika ia datang pada Hari Kiamat, tidaklah ada kebaikan pada lembaran-lembaran amalnya. Ia masuk ke neraka karena kekufurannya.</p>
<p>Adapun Raja yang ahli ibadat itu, Aku tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah. Aku ingin menghapuskan kesalahannya itu dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak dia datang menghadap-Ku tanpa dosa. Dan dia pun masuk ke surga.&#8221; Firman Tuhan ini bukan hanya menjelaskan siasat Tuhan atau kebijakan Illahi. Ia juga menjawab kebingungan kita. Bukankah kita sering bertanya-tanya mengapa Dia membiarkan mukmin yang saleh tidka henti-hentinya dilanda duka sementara orang durhaka terus-menerus beruntung ? Mengapa tiran yang zalim berusia lanjut, bertubuh sehat, sedangkan pemimpin yang adil meninggal dunia dengan cepat ?</p>
<p>Di balik kontradiksi itu, yang bertentangan dengan rasa keadilan kita, tersembunyi keadilan Ilahi. Inilah siasat atau &#8216;politi&#8217; Ilahi. Kebijakan Tuhan berbeda-beda, bergantung pada keadaan manusia. Ia menerapkan kebijakan-Nya dalam bentuk bala&#8217; atau ujian. &#8220;Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang berjihad atau bersungguh-seungguh dan yang bersabar di antara kamu dan agar Kami menyatakan (baik-buruknya) hal-ihwalmu.&#8221; (Q.S. Muhammad, 47:31).  Pada hadis qudsi yang lain, dalam kitab Kalimat Allah, Tuhan berfirman, &#8220;Di antara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan, kelegaan, dan kesehatan badan. Lalu, Kami menguji mereka dengan kekayaan, kelegaan, dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka.</p>
<p>Di antara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan, kemiskinan, dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya.</p>
<p>&#8220;Ada di antara hamba-hamba-Ku yang tekun beribadat. Ia bangun dari tidurnya. Ia meninggalkan kelezatan ranjangnya. Ia mengisi malam-malamnya dalam keadaan terjaga. Dirinya kelelahan karena beribadat kepada-Ku.Kemudian aku jatuhkan rasa kantuk kepadanya satu atau dua malam. Aku perhatikan dia. Lalu tidurlah ia sampai waktu subuh. Ia terbangun,mamarahi,dan menyalahkan dirinya. Sekiranya Aku membiarkan dia memenuhi kehendaknya untuk beribadat kepada-Ku, akan masuklah &#8216;ujub (merasa takjub dengan diri sendiri). Ujub membawanya kepada kerusakan karena amalnya.  Akhirnya, sampailah ia kepada kehancurannya karena takjub dengan amalnya dan merasa senang dengan pencapaiannya. Ia menduga bahwa dirinya sudah melebihi para ahli ibadat. Ia merasa sudah sangat banyak beribadat kepada-Ku. Karena itu, makin jauhlah ia dari Aku, sambil mengira bahwa ia mendekatkan dirinya kepada-Ku. Janganlah seseorang bersandar pada amalnya yang ia lakukan untuk memperoleh pahala-Ku.</p>
<p>Sekiranya mereka menghabiskan seluruh umurnya untuk beribadat kepada-Ku, mereka masih jauh dari tingkat ibadat yang seharusnya bila mengingat apa yang mereka minta dari-Ku berupa pemberian-Ku, kenikmatan di surga-Ku, dan ketinggian derajat di sisi-Ku.</p>
<p>Tetapi, kepada kasih-Ku hendaknya mereka bergantung, karena anugerah-Ku hendaknya mereka bergembira, dan dengan berbaik sangka kepada-Ku hendaknya mereka menenteramkan dirinya.  &#8220;Dalam keadaan demikian, tercurahlah kasih-Ku kepada mereka, sampailah kepada mereka keridaan-Ku dan ampunan-Ku. Maaf-Ku akan meliputi mereka. Inilah aku, Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena itulah Aku menamai diri-Ku.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=130&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/kisah-dua-raja-siasat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Iblis &amp; Sang Kakek</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/anak-iblis-sang-kakek/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/anak-iblis-sang-kakek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Khutbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Anak Iblis Menjelang Maghrib, seorang kakek berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkatnya menuju masjid. Beberapa kali ia hampir terjatuh kalau tidak disangga oleh tongkatnya. Menjelang sampai di gerbang masjid, kakek itu tersandung batu sehingga terhuyung-huyung ke depan. &#8216;Untunglah&#8217; seorang pemuda dengan gesit memegang bahu sang kakek sehingga ia tidak sampai terjatuh. Dengan santunnya pemuda itu kemudian menuntun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=127&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong>Anak Iblis</strong></p>
<p>Menjelang Maghrib, seorang kakek berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkatnya menuju masjid. Beberapa kali ia hampir terjatuh kalau tidak disangga oleh tongkatnya. Menjelang sampai di gerbang masjid, kakek itu tersandung batu sehingga terhuyung-huyung ke depan. &#8216;Untunglah&#8217; seorang pemuda dengan gesit memegang bahu sang kakek sehingga ia tidak sampai terjatuh. Dengan santunnya pemuda itu kemudian menuntun sang kakek sampai ke masjid.</p>
<p align="left">Selesai shalat, sang kakek baru menyadari bahwa pemuda yang menuntunnya tidak turut shalat berjamaah. Dilihatnya sang pemuda sedang nongkrong di gerbang masjid tanpa mengerjakan apa pun. &#8220;Hei pemuda. Kamu sudah menolongku mendatangi shalat, tetapi mengapa kamu sendiri tidak shalat?&#8221; tanya sang kakek sambil menghampiri pemuda itu.<br />
&#8220;Saya tidak mungkin shalat, Kek. Saya ini anak iblis&#8230;&#8221; Sang kakek terperanjat, tetapi ia masih mencoba bertanya, &#8220;Kalau kamu anak iblis, kenapa kamu berusaha menolongku ketika aku hampir terjatuh?&#8221; &#8220;Ayahku sudah lama memperhatikanmu. Ia sangat marah karena setiap kali kamu terhuyung-huyung dilihatnya dosa-dosamu berguguran. Ketika kamu hampir jatuh, ayahku takut dosamu akan habis sama sekali, sehingga disuruhnya aku membantumu berjalan menuju masjid.&#8221;</p>
<p>(Kisah fiktif ini diilustrasikan oleh mas Kholili dalam sebuah kuliah Subuh di MBM)</p>
<p>Beberapa hikmah:<br />
1. Kita sering merasa &#8216;kejatuhan&#8217; sebagai musibah, padahal bisa jadi ia adalah &#8216;penghapus dosa&#8217;, sebagaimana disebutkan dalam al hadits.<br />
2. Kita sering merasa &#8216;keberuntungan&#8217; sebagai anugerah, padahal bisa jadi ia hanya untuk menyegerakan rahmat, sehingga di akhirat nanti kita tinggal mendapat siksa (na&#8217;udzubillaah)<br />
3. Kita sering tidak tahu apa yang baik bagi kita dan apa yang buruk bagi kita, sehingga menyerah pada seluruh hukum Allah swt adalah hal yang paling baik kita lakukan.<br />
4. Sampai saat ini iblis tidak merasa perlu menolong kita (mungkin) karena dosa kita sudah terlalu banyak, sehingga dirontokkan berapa pun masihbanyak sisanya &#8230;.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam bish shawab&#8230;. Wassalam</p>
<p>from http://asia.geocities.com/a_zhie/rd001.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=127&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/anak-iblis-sang-kakek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metode yang digunakan Rasulullah Saw untuk mengusir gangguan Jin</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/metode-yang-digunakan-rasulullah-saw-untuk-mengusir-gangguan-jin/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/metode-yang-digunakan-rasulullah-saw-untuk-mengusir-gangguan-jin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 03:17:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimbar Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Metode yang digunakan Rasulullah Saw untuk mengusir gangguan Jin.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Metode yang digunakan Rasulullah Saw untuk mengusir gangguan Jin. 1. Melaknat Iblis dengan Laknat Allah SWT. 2. Ditepuk punggungnya dan berdoa yang artinya &#8221; Keluarlah kau wahai musuh ALlah dan Aku Melaknat-mu dengan Laknat Allah&#8221; 3. Membaca Ayat2 Ruqyah : Al-Fatihah, Al-Baqarah 1-4, Al-Baqarah 163-164, Al-Imran 18, Al-Hasyr 1-3, Ash-Shaffat 1-10, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=118&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Metode yang digunakan Rasulullah Saw untuk mengusir gangguan Jin.</strong></p>
<p>1. Melaknat Iblis dengan Laknat Allah SWT.<br />
2. Ditepuk punggungnya dan berdoa yang artinya &#8221; Keluarlah kau wahai musuh ALlah dan Aku Melaknat-mu dengan Laknat Allah&#8221;<br />
3. Membaca Ayat2 Ruqyah : Al-Fatihah, Al-Baqarah 1-4, Al-Baqarah 163-164, Al-Imran 18, Al-Hasyr 1-3, Ash-Shaffat<br />
1-10, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.</p>
<p>Metode Setelah Era Rasul</p>
<p>1. Masa Imam Ahmad, Membaca Al-Fatihah, Al-Hasyr 1-3, Ash-Shaffat 1-10, Al-Ikhlas,Al-Falaq dan An-Naas. Dituliskan,dicelupkan serta diminumkan airnya.<br />
2. Membacakan Ruqyah pada orang yg terkena gangguan jin.<br />
3 Hal dalam menanggulangi gangguan Jin.</p>
<p>1. Preventif</p>
<p>Mengikuti Perintah dan Menjauhi larangan Allah SWT serta mengikuti Sunnah Rasulullah<br />
SAW.</p>
<p>Contoh:<br />
- Shalat Berjamaah 5 waktu di mesjid &#8211; Shalat Sunnah- Tilawah Qur&#8217;an- Ta&#8217;lim<br />
- dsb</p>
<p>2. Defensif</p>
<p>Berdo&#8217;a:</p>
<p>Ex: Al-Mu&#8217;minun 97-98<br />
&#8220;Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan<br />
aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.&#8221;</p>
<p>Rasulullah SAW membaca do&#8217;a diatas pada saat mau shalat, selesai shalat dan<br />
hendak tidur Do&#8217;a Al-ma&#8217;tsurat Rasulullah pagi dan petang.</p>
<p>3. Offensif</p>
<p>Surat Fathir: 6<br />
&#8221; Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu),<br />
karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka<br />
menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.&#8221;</p>
<p>TANAMKAN PERMUSUHAN DG SETAN !!!</p>
<p>- Laknat Syetan Tersebut dengan Laknat AAllah.<br />
- Mencari penyebab gangguan Jin pada tubbuh manusia</p>
<p>1. Gangguan Pelet<br />
Letak gangguan -&gt; Syaraf betis kanan mengeras ( Pria )<br />
Syaraf betis kiri mengeras ( Wanita )</p>
<p>2. Depresi Mental<br />
Letak gangguan -&gt; di terapi pula dg obat2-an medis.</p>
<p>3. Depresi Pikiran<br />
Letak gangguan -&gt; Saraf otak kecil bagian belakang</p>
<p>4. Melamun<br />
Letak gangguan -&gt; Saraf otak kecil bagian depan</p>
<p>5. Sihir<br />
Letak gangguan -&gt; Saraf yang berhubungan dg mata, telinga dan hidung. Seluruhletak gangguan diatas harus dipijit agar aliran darah kembali lancar tentunya dg konsistensi untuk terus membaca do&#8217;a ruqyah yang diajarkan Rasulullah SAWtanpa berpaling sedikitpun dg mengabaikan seluruh permintaan Jin kepada kita serta tetap dalam keberanian penuh sesuai keyakinan kita kepada kekuatan AllahSWT.<br />
&#8221; Sesungguhnya tipu daya setan sangat lemah&#8221;.</p>
<p>6. Gangguan di rumah<br />
Membaca Surat Al-Baqarah + tanamkan keberanian.<br />
Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW.</p>
<p>7. Ditempat Keramat<br />
Datangi tempat tersebut dan lakukan perlawanan kepada Jin tersebut. ( Dianjurkan<br />
mengikuti pelatihan terapi terlebih dahulu ).</p>
<p>Catatan Penting.</p>
<p>1. Apabila seseorang yang berobat ke dukun / paranormal lalu ia sembuh maka<br />
yakinlah bahwa kesembuhannya itu bernuansa MUSYRIK.<br />
2. Orang yang datang ke dukun / paranormal dan mempercayai apa yang disampaikannya<br />
maka ia telah KUFUR.</p>
<p>Pertanyaan dari Audiens.</p>
<p>1. Bagaimana membedakan orang sakit karena medis dengan orang sakit karenagangguan<br />
JIN ? Kemasukan Jin</p>
<p>- Malas</p>
<p>- Mudah Marah- Suka tidur-tiduran saja- Sering Panas Dingin- Batang Leher / punggung sering terasa berat.- Kesal dan benci kepada orang tanpa alaasan yg tepat.<br />
- Rasa sakit pada tubuh tidak terbukti ssecara medis.</p>
<p>Karena medis</p>
<p>- Antara rasa sakit dg diagnose sesuai.&lt;- Pengobatan medis membantu proses<br />
penyeembuhan.</p>
<p>. Apakah Roh nenek moyang dapat masuk ke dalam tubuh ?</p>
<p>Roh orang yang sudah meninggal dalam keadaan 2 posisi :</p>
<p>- Wafat Khusnul Khotimah berada di sisi Allah Swt</p>
<p>- Wafat Su&#8217;ul Khotimah berada pada siksaa kubur</p>
<p>Kedua jenis ROH ini tidak akan pernah kembali lagi ke bumi ! Adapun penyerupaan<br />
dan penampakan adalah hasil karya tipuan pada Jin atau Qorin. Apabila Anda ingin<br />
mengetahui lebih jauh tentang Pandangan Syariat thd Gangguan Jin ini serta INgin<br />
melakukan Therapi atas gangguan Jin maka dapat menghubungi</p>
<p>Ustadz Abu Aqila</p>
<p>Bengkel Rohani :Jl. Ir.H.Juanda No.2Ciputat &#8211; Jakarta 15412 Telp/Fax.. 740-9637<br />
Terapi Hari Senin dan Jum&#8217;at</p>
<p>Pelatihan Terapi Selasa &#8211; Kamis.</p>
<p>Demikian Resume ini dibuat agar dapat kiranya meluruskan seluruh persepsi kita<br />
tentang Jin sehingga apa yang disinyalir Allah dalam surat at-tiin &#8221; sesungguhnya<br />
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya &#8220;dapat<br />
kita pahami bersama bahwa manusia jauh lebih mulia dibanding mahluk apa pun.</p>
<p>&#8221; Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh<br />
(mu)&#8230;&#8230;, &#8221; &#8211; Fathir : 6</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Musholla Al-Barokah. Source : Al-Barokah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=118&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/26/metode-yang-digunakan-rasulullah-saw-untuk-mengusir-gangguan-jin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasulullah Menangisi Wanita</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/08/25/rasulullah-menangisi-wanita/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/08/25/rasulullah-menangisi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 05:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimbar Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Menangisi Wanita Dari Ali bin Abu Thalib bahwa ia dan Fathimah masuk ke tempat Rasulullah SAW, yang saat itu beliau menangis sesenggukan. Kemudian Ali bertanya, &#8220; Demi ayah dan ibumu sebagai tebusanmu wahai Rasulullah, apakah yang membuat engkau menangis ?&#8220;. Beliau menjawab, &#8220; Wahai Ali, sewaktu aku di Isra&#8217;kan ke langit, aku melihat para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=113&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rasulullah Menangisi Wanita<br />
</strong></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif"> Dari Ali bin Abu Thalib bahwa ia dan<br />
Fathimah masuk ke tempat Rasulullah SAW, yang saat itu beliau menangis sesenggukan.<br />
Kemudian Ali bertanya, &#8220; Demi ayah dan ibumu sebagai tebusanmu wahai Rasulullah,<br />
apakah yang membuat engkau menangis ?&#8220;. Beliau menjawab, &#8220; Wahai Ali,<br />
sewaktu aku di Isra&#8217;kan ke langit, aku melihat para wanita umatku diadzab<br />
dengan berbagai macam adzab. Maka aku menangis karena kerasnya siksaan yang kulihat<br />
itu. Aku melihat seorang wanita yang digantung di bagian rambutnya dan otaknya<br />
mendidih. Ada pula wanita yang digantung dibagian lidahnya, lalu air mendidih<br />
dituangkan ke tengorokannya. Kulihat pula seorang wanita yang kedua kakinya diikat<br />
ke payudaranya, kedua tangannya di ikat ke ujung rambutnya, lalu Allah melepaskan<br />
ular dan kalajengking mengerubutinya. Kulihat pula seorang wanita yang digantung<br />
pada kedua payudaranya. Kulihat pula seoramng yang kepalanya berupa kepala babi<br />
dan badannya badan keledai, yang mendapat seribu macam siksaan. Kulihat pulaseorang<br />
wanita dalam rupa anjing, api dimasukkan dari mulutnya dan keluar dari duburnya,<br />
sedang para malaikat memukuli kepalanya dengan palu dari api. </p>
<p>Fathimah bangkit berdiri dan bertanya, &#8221;Wahai kekasihku, wahai belahan<br />
  hatiku, apa yang dilakuka para wanita itu sehingga mereka ditimpa adzab semacam<br />
  itu ?&#8221;</p>
<p>Beliau menjawab, &#8221; Wahai putriku, wanita yang digantung di bagiaan rambutnya,<br />
  karena dia tidak menutup rambutnya dari pandangan laki2. Adapun wanita yang<br />
  digantung dibagian lidahnya, karena dia biasa menyakiti suaminya dengan perkataanya.<br />
  Wanita yang digantung di bagian payudaranya, karena ia menjauhi tempat tidur<br />
  suaminya. Wanita yang kakinya diikat dengan payudaranya dan tangannya diikatdengan<br />
  ujung kepalanya, kemudian Allah melepaskan ular dan kalajengking yang mengerubutinya,<br />
  karena dia tidak bersuci dari janabat dan haid serta meremehkan shalat. Wanita<br />
  yang kepalanya berupa kepala babi dan badannya berupa badan keledi, karena dia<br />
  suka menyebarkan perkataan yang mengadu domba dan pendusta. Wanita dalam rupa<br />
  anjing, dan mulutnya di masuki api, yang kemudian api itu keluar dari duburnya,<br />
  karena perkataannya menyakitkan dan pendengki. Wahai putriku, celaka wanita<br />
  yang durhaka kepada suaminya.&#8221;<br />
  <font size="1"><br />
  <font color="#666666">( di kutip dari Khutbah-Khutbah Rasulullah, oleh: Muhammad<br />
  Khalil Al Khatib )</font></font></p>
<p></font> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=113&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/08/25/rasulullah-menangisi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakratul Maut</title>
		<link>http://pesan.wordpress.com/2009/05/19/detik-detik-rasulullah-saw-menjelang-sakratul-maut/</link>
		<comments>http://pesan.wordpress.com/2009/05/19/detik-detik-rasulullah-saw-menjelang-sakratul-maut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 08:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pesan se.Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesan.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakratul Maut Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, &#8220;Wahai umatku,  kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=109&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakratul Maut</p>
<p>Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.<br />
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.</p>
<p>Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,<br />
&#8220;Wahai umatku,  kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.</p>
<p>Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.<br />
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur&#8217;an.<br />
Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.&#8221;</p>
<p>Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.<br />
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca,Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.<br />
Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.</p>
<p>Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.<br />
&#8220;Rasulullah akan meninggalkan kita semua,&#8221;desah hati semua sahabat kala itu.</p>
<p>Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat,tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.</p>
<p>Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.<br />
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.</p>
<p>Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.</p>
<p>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.</p>
<p>&#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya.</p>
<p>Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.<br />
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221;<br />
&#8220;Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,&#8221; tutur Fatimah lembut.<br />
Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.<br />
Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.<br />
&#8220;Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.<br />
Dialah malakul maut,&#8221; kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.<br />
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa  Jibril tak ikut menyertai.</p>
<p>Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.<br />
&#8220;Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?<br />
&#8220;Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.</p>
<p>&#8220;Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,&#8221;kata jibril.</p>
<p>Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.</p>
<p>&#8220;Engkau tidak senang mendengar kabar ini?&#8221; Tanya Jibril lagi.</p>
<p>&#8220;Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,</p>
<p>aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:</p>
<p>&#8216;Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,&#8221; kata Jibril.</p>
<p>Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.<br />
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.</p>
<p>Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.</p>
<p>&#8220;Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.&#8221;</p>
<p>Lirih Rasulullah mengaduh.</p>
<p>Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.</p>
<p>&#8220;Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? &#8220;Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.</p>
<p>&#8221; Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,&#8221; kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,karena sakit yang tak tertahankan lagi.</p>
<p>&#8220;Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.</p>
<p>&#8221; Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.</p>
<p>Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.</p>
<p>&#8220;Uushiikum bis  shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni  orang-orang lemah di antaramu.&#8221;</p>
<p>Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,sahabat saling berpelukan.</p>
<p>Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali  mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.</p>
<p>&#8220;Ummatii, ummatii, ummatiii?&#8221;</p>
<p>&#8220;Umatku, umatku, umatku&#8221;</p>
<p>Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.</p>
<p>Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?</p>
<p>Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa baarik wasalim &#8216;alaihi</p>
<p>*****</p>
<p>Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.</p>
<p>Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.</p>
<p>Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesan.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesan.wordpress.com&amp;blog=4419584&amp;post=109&amp;subd=pesan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesan.wordpress.com/2009/05/19/detik-detik-rasulullah-saw-menjelang-sakratul-maut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65dc7d0855c1200602f5e8f787f98ab7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">julang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
